Fasilitasi Unit Usaha Ketapang BUMKal Bangkit Karya Kalurahan Bangunharjo
![]() |
![]() |
Unit usaha Ketahanan Pangan BUMKal Bangkit Karya Bamgunharjo sebagai salah satu bentuk pengembangan usaha ekonomi produktif yang diarahkan untuk mendukung sektor pertanian sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Setelah budidaya Terong Jepang mengalami kerugian dikarenakan terserang penyakit virus Gemini sehingga hasil panen kurang maksimal, BUMKal Bangkit Karya mulai berfikir untuk mengembangkan komoditas lain memanfaatkan lahan bekas tanaman terong dan fokus pada penyediaan dan pengembangan bibit jagung manis dan kacang panjang, serta tanaman cabai untuk konsumsi. Dalam hal ini, BUMKal berkerjasama dengan pihak ketiga yaitu petani profesional penyedia benih dan petani milenial di wilayah Kalurahan Bangunharjo. Unit Usaha Ketapang juga dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan budidaya, pembibitan, pendampingan, serta pemasaran hasil pertanian. Pengembangan bibit jagung manis, kacang panjang, dan cabai memiliki peluang ekonomi yang cukup baik karena komoditas tersebut banyak dibutuhkan oleh masyarakat dan memiliki pasar yang relatif luas. Pengelolaan secara terpadu oleh BUMKal diharapkan dapat menciptakan rantai usaha dari penyediaan bibit, proses budidaya, hingga pemasaran hasil, sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Keberadaan Unit Usaha Ketapang juga diharapkan mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya petani dan kelompok masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan kegiatan. Keuntungan usaha BUMKal selanjutnya dapat menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Kalurahan (PAKal) serta mendukung keberlanjutan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan pengelolaan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, Unit Usaha Ketapang BUMKal diharapkan dapat berkembang menjadi unit usaha pertanian yang mandiri, berkelanjutan, dan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal melalui pengembangan komoditas unggulan kalurahan.Panen perdana untuk jagung manis dan kacang panjang ini disarankan oleh pendamping untuk tetap dilakukan evaluasi sehingga kedepannya tetap bisa berkelanjutan.untuk rencana kedepan akan ditambah dengan menanam pohon pisang dengan memanfaatkan lahan disebelahnya. (Ida & Agus)


Mantap
BalasHapus🙏
Hapus